Psikolog Seto Mulyadi Sesalkan Adanya Korban Jiwa Anak Kecil di Taman Rekreasi

Avatar

Jangan Sampai Terus Jadi Kejadian Berulang Tiap Tahunnya

Jatim Aktual, Depok – Psikolog Seto Mulyadi turut menanggapi peristiwa meninggalnya seorang balita berusia tiga tahun usai mengalami insiden tenggelam di kolam renang Taman Herbal Insani Kota Depok pada Jumat (06/05/2022) lalu.

Peristiwa yang menyebabkan hilang nyawa tersebut, ternyata bukan hanya terjadi kali ini saja. Dari jejak digital dan informasi yang diperoleh, insiden yang menyebabkan hilang nyawa di lokasi yang sama telah terjadi beberapa kali dalam kurun waktu 5 tahun terakhir.

Saat diwawancarai tim media melalui sambungan telpon, Seto Mulyadi yang akrab disapa Kak Seto ini sangat menyesalkan terjadinya peristiwa naas tersebut.

Menurutnya, apabila insiden di tempat itu sudah berulang kali terjadi, artinya seolah-olah tidak ada pembelajaran dan hal tersebut membuktikan ketidakpedulian, kelengahan baik dari penyelenggaraan tempat itu maupun dari pengusahanya.

 

BACA JUGA :  Peringati HANI 2021, Lapas Kelas IIA Pamekasan Jadikan Momentum Perangi dan Berantas Narkoba

“Kalau namanya saja Taman Herbal itu artinya bukan kolam renang, itu adalah pusat pendidikan, kok ada kolam renangnya? Seharusnya mengandung unsur herbal, unsur kesehatan, tapi ini tiba-tiba ada kolam renangnya,” jelas Seto Mulyadi, Jumat (13/5) malam.

“Dan ini kolam renang, tidak boleh sembarangan, harus ada petugas yang betul-betul mengawasi 24 jam. Dan apakah petugasnya sudah memiliki sertifikasi atau tidak? sehingga menjadi catatan pihak kepolisian apakah ada unsur pidana. Dengan membiarkan hal ini, akan sangat berbahaya untuk anak apalagi masih balita,” lanjutnya.

Tokoh yang meraih gelar Doktor bidang Psikologi Program Pascasarjana Universitas Indonesia pada 1993 ini, juga meminta kesungguhan dari aparat pemerintah daerah (Pemkot Depok-red) untuk mengevaluasi kembali tempat wisata tersebut apabila terbukti sudah beberapa kali terjadi insiden karena tidak adanya pemantauan, tidak ada petugas bersertifikasi, dan sebagainya.

“Tempat hiburan betul-betul harus ramah anak, jangankan meninggal, korban lukapun tidak boleh terjadi,” tegasnya.

BACA JUGA :  DIduga: Jual Tanah Yang Sedang Sengketa,Oknum Perwira Polisi Insial AKP AF

Kak Seto juga menyatakan agar dalam hal ini edukasi sosial untuk keluarga perlu dicanangkan. Kepada anak-anak di sekolah, di keluarga harus ditanamkan bahwa “AIR ITU SANGAT BERBAHAYA” baik di pantai, di sungai, maupun di kolam renang itu bisa menyebabkan kematian atau luka dan sebagainya.

“Untuk para orang tua dan guru, mohon untuk lebih peduli dan lebih dekat dengan anak anak,” harapnya.

“Saya sangat mendukung sepenuhnya terhadap langkah Polsek Bojongsari bahwa ini dalam konteks untuk perlindungan anak. Siapapun juga pelakunya apakah itu akibat dari kelengahan atau apapun juga yang bisa menyebabkan korban jiwa, tentu harus ditegakkan sanksi yang cukup keras sesuai dengat amanat Undang Undang Perlindungan Anak,” terangnya.

“Pesan untuk Taman Herbal Insani, mohon ini yang terakhir dan jangan sampai terjadi lagi,” tandasnya.

BACA JUGA :  PJS Siap Lahirkan Wartawan Profesional Dan Kompeten, Serta Berikan Perlindungan Hukum

Dalam keterangan pers yang disampaikan dihadapan awak media pada tanggapan 7 Mei 2022 lalu, Manager Pengembangan dan Operasional Taman Herbal Insani, Hendro Triatmojo mengatakan bahwa pada peristiwa tenggelamnya balita tersebut terjadi sekitar pukul 11.30 wib dan saat itu jumlah pengunjung belum terlalu ramai.

Hendro mengaku pihaknya turut menyesalkan terjadinya musibah tersebut dan mengatakan bahwa pihaknya telah menerapkan aturan sesuai SOP yang berlaku. Dirinya juga mengatakan bahwa pihaknya telah memberikan bantuan mulai dari biaya rumah sakit hingga pemakaman dan uang kerohiman.

“Kami turut berduka cita atas musibah yang terjadi, dan tentunya peristiwa ini akan menjadi perhatian dan evaluasi bagi kami untuk perbaikan kedepannya,” kata Hendro.

Sementara sampai dengan saat ini Kapolsek Bojongsari Sawangan Kompol M.Syahroni mengaku pihaknya masih melakukan penyidikan. (red)

Penulis: Jennifer

Editor: Gus Din