Unit Tipidkor Amankan 4 Tersangka OTT Pengadaan Barang dan Jasa Pengadaan Jaring di Pemkab Pessel

Avatar

Jatim Aktual, Painan – Kepolisian Resort Pesisir Selatan, telah menetapkan empat (4) orang tersangka pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) diruangan unit Layanan pengadaan barang dan jasa di Sekretariat Kabupaten Pesisir Selatan.

Kapolres Pesisir Selatan AKBP Sri Wibowo, S.I.K, M.H melalui Kasat Reskrim AKP Hendra Yose, SH, MH membenarkan hal itu setelah dikonfirmasi Humas diruangannya.

Penangkapan berawal dari OTT (Operasi Tangkap Tangan) oleh Sat Reskrim Polres Pessel Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Polres Pessel.

Kejadiannya hari Rabu 20 April 2022 sekira pukul 14.30 Wib di Ruangan Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) Kantor Bupati Pessel.

Penangkapan OTT tersebut terhadap 3 (Tiga) orang kelompok kerja (Pokja) pemilihan pengadaan barang dan jasa dan 1 (Satu) orang rekanan direktur CV. MS yakni pada saat tahapan pembuktian kualifikasi dan klarifikasi dalam pengadaan alat tangkap jaring (Gilnet Monofilament dan Tramelnet) dan Coolbox dimana diduga Direktur CV. MS memberikan uang kepada Pokja padahal diketahui atau patut diduga, bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan karena kekuasaan atau kewenangan yang berhubungan dengan jabatannya.

BACA JUGA :  Akibat Turunya Harga Sawit Seorang Pedagang TBS di Linggo Sari Baganti Menghujat LSM Se-Pesisir Selatan Sumbar

Diduga para pelaku antara lain.

1. DSY (37), Laki-laki, Minang, PNS, Pendidikan Terakhir S1, domisili Kampung Balai Sinayan Ken. Balai Sinayan Lumpo Kec. IV Jurai Kab. Pessel.

2. Y (42), Laki-laki, Minang, PNS, Pendidikan Terakhir S2, domisili Jln. Baru Perumnas Painan Timur Ken. Painan Timur Kec. IV Jurai Kab. Pessel.

3. NF (46), Laki-laki, Minang, PNS, Pendidikan Terakhir SLTA, domisili Jln. Dr. Moh. Hatta Painan Ken. Painan Selatan Kec. IV Jurai Kab. Pessel.

4. N (50), Laki-laki, Minang, Kontruksi Direktur CV. MS, Pendidikan Terakhir SMK, domisili Bukit Putus Painan Ken. Painan Kec. IV Jurai Kab. Pessel.

Dengan barang bukti yang di amankan.
Uang Tunai pecahan 50 Ribu Rupiah sebanyak 4 ikat Bank berjumlah Rp. 20.000.000 yang dibungkus plastik warna hitam.

BACA JUGA :  Tim Penjaringan Calon Ketua KONI Pamekasan Diduga Langgar AD/ART

Uang Tunai pecahan 100 ribu rupiah dan pecahan 50 ribu rupiah sebanyak Rp. 4.500.000 dalam amplop warna putih.

4 Unit Handphone dan 2 Unit Laptop.

3 Dokumen yang berkaitan dengan kejadian tersebut.

Kejadiannya berawal Rabu 20 April 2022 sekira pukul 14.30 Wib pada saat tahapan pembuktian kualifikasi dan klarifikasi dalam pengadaan alat tangkap jaring (Gilnet Monofilament dan Tramelnet) dan Coolbox dimana hanya N (50) Direktur CV. MS sebagai penyedianya, yang mana Pokja akan menetapkan pada keesokan harinya.

Sesaat setelah N (50) menyerahkan uang sebanyak Rp. 4,5 juta kepada Pokja, Tim Tipidkor langsung melakukan penangkapan dan dilakukan penggeledahan, ditemukan uang Rp. 4,5 juta didalam laci kerja pelaku Y (42) setelah ditanyakan uang apakah itu, diakuinya uang dari N (50) Direktur CV. MS.

Selain itu Unit Tim Tipidkor menemukan uang lainnya senilai Rp. 20 Juta Rupiah dari laci kerja Sdr. Dori, oleh sebab itulah semua pihak yang terkait langsung diamankan ke Mapolres Pessel.

BACA JUGA :  Diduga Ada Tambang Galian Tanah Ilegal di Koto XI Tarusan, Aparat Diminta Turun,

Kasat Reskrim menjelaskan usai penangkapan hari rabu tersebut Sat Reskrim terus berlanjut bekerja sama dengan Bagwassidik Ditreskrimsus Polda Sumbar guna proses hukum selanjutnya.

Setelah kita melakukan gelar perkara pada Sabtu (23/4) di Polda Sumbar, barulah dari hasil proses gelar perkara itu langsung kami menetapkan 4 orang tersangka.

Ia mengatakan penetapan tersangka terhadap 4 orang tersebut setelah terpenuhinya dua alat bukti yang cukup yaitu uang dan dokumen. Empat tersangka itu adalah DSY, Y, NF dan N.

Setelah dimintai keterangan serta adanya dua alat bukti yang cukup, maka kami tetapkan 4 orang sebagai tersangka dalam OTT yang dilakukan waktu itu. Dari 4 orang ini, tiga ASN dan satunya lagi rekanan.

Pihaknya hanya menangkap sebanyak 4 orang dimana terdiri dari 3 orang pokja (ASN) d byan 1 orang pihak rekanan.(Chris)