Mutmainnah Salafiyah, Perintis Es Cincau Murajaah

Avatar

Jatim Aktual, Pamekasan – Mutmainnah salafiyah nama akrabnya iin, lahir di Pamekasan 06 Agustus 1998. Peremuan mungil ini adalah alumni Pondok Pesantren Tahfidz Banyuanyar dan Pondok Pesantren Ziyadatut Taqwa, jga masih seorang mahasiswi di salah satu perguruan tinggi Islam (IAIN Madura) semester akhir.

Menjadi seorang mahasiswi mengharuskan iin memutar otak, untuk menambah uang jajan dan kebutuhan kuliah. Akhirnya di usia semester dua yang cukup belia, ia merintis usaha kecil-kecilan dengan menjadi pedagang online (olshop) mulai dari pakaian sampai makanan ringan untuk menambah uang jajannya. Untuk memulai Usaha ini, ia pun meminjam modal ke temannya sebesar 300. 000. Akhirnya usaha kecil-kecilan ini cukp menjanjikan. Lumayan, uang tersebut ia gunakan untuk membayar hutang dan jajan kuliah.
Tak berhenti disitu, meskipun badannya kecil dan menyulutkan ia berhenti untuk membantu beban keluarga, ia memulai usaha dengan saudara kandung yang memang sebaya dengannya. Di semester 5 ia memutuskan untuk kuliah dan nyantri di salah salah satu pondok yang memang tak jauh dari kampus IAIN Madura tempat ia menimba ilmu namanya, pondok pesantren Ziyadatut Taqwa. Salah satu alasannya untuk nyantri, agar hafalan Qur’an yang ia miliki tetap terjaga. Menjadi mahasantri dan menyulutkan ia untuk berhenti dalam usaha kecil yang dirintisnya. Ia memutar otak kembali untuk membuka usaha yang lebih besar lagi, ia nekat meminjam uang ke temennya yang ada di Mekah sebesar 4 juta untuk bisnis online baik baju atau makanan ringan yang ia kelola. Dari modal 4000.000 itu ia berhasil kembali membayar hutang dan labanya ntuk membeli nootboke untuk dirinya dan mbak tercintanya untuk mennjang tugas tugas kuliah. Setelah itu, ia sempat vakum selama setengah tahun, untuk focus di pesantren. Satu tahun lebih ia nyantri, akhirnya ibunya membutuhkan ia untuk bantu-bantu di rumah sehingga ia terpaksa berhenti dari pesantren.

BACA JUGA :  Hamil Tiga Bulan Diluar Nikah, Pemuda di Sampang Bunuh Pacarnya Sendiri

Tak lama dari ia nyantri, ia tetap ingin meringankan beban orang tua, dan meringankan kebutuhan kuliahnya dan saudara kandung sebayanya itu yang sama sama masih aktif kuliah. Iin kembali nekat untuk membuka usaha baru namanya “Es Cincau Murajaah” dan membuka stand toko stand baju bernama “Murajaah Store” yang berlokasi di samping Universitas Madura. Nama murajaah ini ia ambil dari bahwa , “ketika kita mempunya hafalan al-Qur’an, maka Murajaah adalah tugas seumur hidup, Disitulah kunci barokahnya hidup”. Dalam merintis usaha ini ia mengaku meminjam modal sampai puluhan juta tanpa keluarga dan orang tuanya tau. Samapai sampai orang tua dan keluarganya tidak tau bahwa ia memiliki usaha sendiri,meskipun sempat orang tuanya mengakatakan” bukan waktunya mencari uang” saking orang tuanya pedli terhadap dia.

BACA JUGA :  PAC Ansor dan Ranting Se-Kecamatan Batumarmar Pamekasan Resmi Dilantik

Kini, usaha itu berkembang dan Alhamdulillah di bulan puasa ini lancar dan insyaallah kami bisa membayar hutang dan membantu ekonomi keluarga “pungkasnya”. Di samping itu, ia juga belajar untuk memberi dan bersedekah di bulan Ramadhan ini dan alhamduliiah katanya “kami memberi takjil es cinca kami ke beberapa pesantren”.

BACA JUGA :  Beri Tausiah di UGM, Ridwan Kamil: Positive Mind Create Positive Life, Memimpinlah Dengan Niat Ibadah

Jadi, perlu diketahui bahwa modal yang harus di miliki oleh seorang enterprenuer adalah berani gaga, menagguung resiko dan usaha. Karena usaha tidak akan menghianati hasil sebagaimana maqalah “man jadda wajada”. (Nafilah Zulfa)