DIduga: Jual Tanah Yang Sedang Sengketa,Oknum Perwira Polisi Insial AKP AF

Avatar

JatimAktual,PELALAWAN -Seorang oknum Perwira menengah berpangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP) inisial AF pada hari Kamis 21 April 2022 mendatangi tanah milik Darwis. T

Oknum itu datang rame rame ke tanah milik Darwis. T lalu dengan tenaga bersama mereka  melakukan pemagaran terhadap tanah milik Darwis T, begitu disampaikan oleh Apul Sihombing, S.H., M.H Pebgacara Darwis kepada awak media di Pangkalan kerinci. Apul Sihombing menjelaskan bahwa tanah yang dipagar oknum itu  adalah milik Darwis. T yang dikuasainya sejak tahun 1993, dan sejak tahun 1993 dikuasainya selama ini tidak ada masalah yang mengherankan mengapa tiba tiba rombongan oknum ini main Persekusi?

Kalau memang Oknum itu merasa itu miliknya dan ada bukti ya semestinya ajukan gugatan lah bukan main hakim sendiri Negara ini Negara Hukum maka hormatilah hukum apalagi beliau seorang aparat tegas Apul

BACA JUGA :  Menjadi Narasumber Rapim Polda Riau, Gubernur Syamsuar Ajak Semua Stake Holder Bersinergi Pulihkan Ekonomi Nasional

Apul menyerukan bila oknum itu merasa pemilik yang sah silahkan ajukan gugatanlah, dari gelagak yang diperlihatkan oleh oknum AKP AF kita sudah curiga ada udang di balik batu, mengapa kita curiga yang pertama oknum itu mengaku bahwa mereka membeli dari Hasrul pada tahun 2009 tetapi sejak dibeli sampai sekarang mereka tidak tau dimana okjeknya, ternyata kecurigaan itu mulai terkuak pada tanggal 25 April 2022 Markus Sihombing mengirimkan foto yang pada foto tersebut memperlihatkan bahwa ada penyerahan 5 buah SHM kepada Marku Sihombing. Logikanya bila oknum itu meyakini bahwa objek dari 5 buah shm itu objeknya tanah milik Darwis. T mengapa tidak di pertahankan ini malah diduga ada jual beli. Anehnya bila foto yang dikirim Markus itu merupakan dokumen visual transaksi masak tanah masih sengketa dijual belikan kuat dugaan ada praktik permafiaan dalam sengketa yang diciptakan oleh oknum itu sebut Apul.

BACA JUGA :  Mantan Bupati Tuban dan 50 Anggota DPRD Tuban Dilaporkan Ke KPK Soal Dugaan Mark Up Anggaran

Apul menambahkan bahwa pihaknya memiliki bukti bahwa tanah dari SHM yang di perlihatkan oknum itu objeknya di tempat lain dari data yang saya peroleh dari Kelurahan Pangkalan Kerinci Timur dasar tanah milik Hasrul yang sebagian dijaual kepada Oknum itu atas nama istrinya ada jual beli antara M. Zubir. D  dengan Hasrul dengan  berukuran 40 x 30 M isinya 1200 M² yang aneh mengapa pada  SHM no. 02030 atas nama Hasrul menjadi 6500 M² dan berdasarkan seketsa tanah pada surat M. Zubir. D tanah Hasrul terletak di dekat pagar RAPP arah ke sungai sering itu artinya aknum itu salah objek, kesalah objek itu menjadi wajar karena sejak oknum itu membeli tanah dari Hasrul mereka tidak pernah menguasai tanahnya.

BACA JUGA :  Aktivis dan Bank BRI Gelar Audiensi Soal Deposito APBD Pemkab Pamekasan Secara Tertutup

Di tempat terpisah Darwis. T menjelaskan bahwa benar tanah yang diserobot oknum itu tanah saya, saya ada surat dan saya  menguasai fisik tanaman  sawit dan bangunan itu saya garap sendiri sejak tahun 1993, kalau memang  saudara Afrizal merasa itu miliknya darimana dia beli tolong jelaskan, kedua selama ini dia dimana kenapa baru sekarang dia datang kalau itu punya dia apa bentuk penguasaan dia diatas lahan itu.

Mengenai pagar yang dibuat oleh oknum itu, Darwis dengan tegas mengatakan pihaknya akan membuka tak mungkin tak saya buka kalau itu di pagar darimana kami masuk ke tanah kami,  sampai kapan pun akan saya pertahankan punya saya, kalau bukti silahkan Gugat saya, saya siap menghadapinya saya tidak gentar kata Darwis. T(TIM)