Bupati Tanggamus Menghadiri Peresmian rumah Restorative Justice Lamban Adem Di Pekon Dadirejo Kec.Wonosobo

Avatar

Jatim Aktual, Tanggamus – Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani SE. MM menghadiri peresmian Rumah Restorative Justice Lamban Adem di Pekon Dadirejo Kecamatan Wonosobo, Kamis (24/3).

Peresmian rumah Restorative Justice tersebut merupakan yang pertama yang ada di Kabupaten Tanggamus, dan ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Kajati Lampung, Nanang Sigit Yuliyanto.

Hadir dalam kegiatan Peresmian Rumah Restorative tersebut, Kepala Kajari Tanggamus Yunardi, Kapolres Tanggamus AKBP Satya Widhy Widharyadi, Dandim 0424/Tanggamus Letkol Arm Micha Arruan, Ketua Pengadilan Negeri Kotaagung Ari Qurniawan, Ketua DPRD Tanggamus Heri Agus Setiawan, Camat Wonosobo Edi Fahrurrozi, Uspika Wonosobo kepala pekon dan tokoh adat.

Peresmian rumah Restorative Justice Lamban Adem itu juga disaksikan secara virtual oleh seluruh camat dan Kepala Pekon se Kabupaten Tanggamus.

BACA JUGA :  Astaga, Pemandu Karaoke dan 30 Liter Tuak Terjaring Razia

Kepala Kajari Kabupaten Tanggamus Yunardi,S.H,M.H dalam sambutannya, ia mengatakan bahwa, latar belakang diresmikannya rumah Restorative Justice di Pekon Dadirejo adalah peristiwa kecelakaan lalulintas dengan korban mengalami luka berat.

Sementara Kasus tersebut menurut Yunardi, sepakat untuk dihentikan oleh Kajari Tanggamus sehingga tidak sampai pada proses persidangan, dikatakannya bahwa damainya kedua belah pihak tersebut, karena adanya perjanjian damai antara kedua belah pihak serta ancaman hukumannya dibawah lima tahun.

“Upaya Restorative Justice tersebut bisa dilakukan berkat adanya dukungan dari aparat pekon, pak camat,Babinsa, bhabinkamtibmas dan masyatakat. Dan adanya rumah Restorative Justice ini untuk mengakomodir usulan dari masyarakat,”kata Yunardi.

Dijelaskan oleh Yunardi, bahwa rumah Restorative Justice tersebut diberi nama Lamban Adem, yang memiliki makna rumah dingin, dan harapannya segala persoalan ditengah masyarakat dapat diselesaikan dengan jalan musyarawah.

BACA JUGA :  Dewi Aryani Gelar Pengobatan Gratis di Desa Balaradin Kecamatan Lebaksiu

“Lamban Adem, perpaduan bahasa Lampung dan Jawa yang artinya rumah dingin, harapannya jika ada persoalan hukum yang ancaman hukumannya ringan seperti cekcok atau masalah sepele lain dapat diselesaikan secara kekeluargaan tentunya sesuai prosedur hukum berlaku,” kata Yunardi.

Dalam kesempatannya yang sama, Kajati Lampung Nanang Sigit Yuliyanto, ia mengatakan bahwa rumah Restorative Justice hadir di Kabupaten Tanggamus, bertujuan untuk memfasilitasi permasalahan-permasalahan hukum ditengah-tengah masyarakat.

Ia juga menegaskan bahwa ada sejumlah kriteria yang bisa diselesaikan melalui Restorative Justice, misalnya ancaman hukuman dibawah lima tahun , ada perdamaian antara dua belah pihak dan belum pernah tersandung persoalan hukum sebelumnya.

BACA JUGA :  Nasihat Ust Ebit Lew Kepada Sejumlah Wanita Pelayan Pusat Hiburan di Surabaya

“Untuk perkara narkoba ataupun yang menimbulkan korban jiwa maka tidak bisa. Restorative Justice ini, penghentian tuntutan sehingga tercipta keadilan restoratif, semua pihak berdamai dan tidak ada dendam. Harapannya muncul rumah Restorative Justice lain di Kabupaten Tanggamus,”kata Nanang Sigit Yulianto.

Kemudian dalam kegiatan tersebut, Bupati Tanggamus Hj Dewi Handajani Sangat mendukung adanya rumah Restorative Justice di Kabupaten Tanggamus, dan bupati pun berharap agar segala persoalan hukum dapat diselesaikan dengan jalan musyarawah tentunya sesuai koridor hukum yang berlaku.

“Kami Pemkab Tanggamus siap mendukung program Restorative Justice , ini akan kami komunikasikan dengan seluruh jajaran baik kecamatan,Pekon dan kelurahan, harapannya 299 Pekon dan tiga kelurahan suatu hari ada rumah Restorative Justice,”Kata Dewi Handajani. (Kominfo)