Bangunan Terdampak Pembanguan JPL-64 Krian Kab. Sidoarjo Mulai Dikosongkan

Avatar

Jatim Aktual, Sidoarjo – Beberapa bangunan yang terkena dampak pembangunan flyover Jembatan Penyeberangan Lintas (JPL) 64 Krian mulai dikosongkan, warga mengosongkan bangunan tersebut setelah sebelumnya menerima Surat Peringatan ke-3 dari Pemkab Sidoarjo.

M. Bachruni Aryawan, ketua tim percepatan persiapan pembangunan flyover JPL-64 Krian mengutarakan ada banyak bidang yang terindifikasi dampak pembangunan flyover JPL-64, Selasa (22/3/2022).

BACA JUGA :  Tuntut BLT Segera Dicairkan, Ribuan Buruh Rokok Demo Bupati Pamekasan

“Ada 74 bidang yang terdampak pembangunan Flyover JPL-64 Krian yang berdiri di titik lintas jembatan sepanjang 740 meter. Jumlah itu tidak termasuk bidang yang berada di bawah turunan (off ride) Flyover sepanjang 100 meteran, total identifikasi akhir ada 110 bidang yang terdampak,” jelas M Bachruni.

Adapun untuk bangunan liar, kata Bachruni, tidak masuk dalam appraisal. Yang dimaksud bangunan liar, lanjut Bachruni, pemilik bangunan tidak bisa menunjukkan dokumen atau surat-surat kepemilikan tanah seperti sertipikat, surat petok D atau surat letter C.

BACA JUGA :  Hapus Program Informasi Siroleg, Pemkab Pamekasan Diklaim Tak Serius Berantas Rokok Ilegal

Untuk pembayaran, Pemkab Sidoarjo akan segera memproses setelah proses appraisal sudah rampung, dikarenakan akhir Maret seluruh dokumen termasuk dokumen pembebasan lahan sudah harus disetorkan ke Kementerian Perhubungan RI.

“Timelinenya, saat ini mereka sudah diberikan SP 3 untuk segera mengosongkan bangunan, kita diberi batas waktu 3 hari. Kemudian mulai 25 Maret sudah mulai dilakukan penghitungan aset lahan dan bangunan (appraisal), pada 28 Maret dilakukan proses pembayaran dan besoknya 29 Maret sudah mulai dilakukan pembongkaran,”tegasnya. (lan)

BACA JUGA :  Bupati Pamekasan Apresiasi Inovasi Lurah Barkot, Buat Administrasi Kependudukan Cukup di Rumah