News  

Mahaiswa UPN Veteran Jatim Siap Jadikan UMKM Sektor Unggulan Menjadi UMKM Mandiri

Avatar

Probolinggo: Menjelang kegiatan Kuliah Kerja Nyata(KKN) yang akan dimulai tanggal 21 Maret 2022, Mahasiswa Kelompok 118 dari Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur dibawah bimbingan Dosen Pendamping Lapangan Taufikurahman melakukan survey pertama ke Desa Kramat Agung, Kecamatana Bantaran, Probolinggo, Jawa Timur

Kelurahan Kramat Agung memiliki penduduk berjumlah sekitar 6000 Jiwa. Desa ini termasuk desa yang padat penduduk se-kecamatan Bantaran, yang mayoritas penduduknya berbahasa Madura dan bekerja sebagai petani dan peternak.

Dari hasil wawancara dengan Bapak Arsum selaku PJ di Kelurahan Kramat Agung, beliau mengatakan bahwa ada tiga UMKM yang menjadi sektor unggulan yaitu Tape, Ayam Potong dan Tahu. Sedangkan yang menjadi ikon di Kelurahan Kramat Agung yaitu UMKM Tape yang berasal dari olahan singkong.

Meskipun tape menjadi ikon di Kelurahan Kramat Agung tidak dapat dipungkiri masih banyak kendala yang dihadapi oleh setiap UMKM. Misalnya seperti Bapak Saiful salah satu pemilik UMKM Tape di Kramat Agung mengaku bahwa karena adanya pandemi Covid-19 dan musim hujan menyebabkan penururan omzet sebesar 50%. Selain itu “Kendala yang kami hadapi yaitu dalam hal pemasaran karena produksinya hanya sesuai dengan pesanan, banyak SDM minim pengalaman yang mengakibatkan tidak ada inovasi olahan baru dalam pengolahan produknya dan kurangnya kesadaran untuk mengembangkan UMKM,” Ujar Bapak Arsum

BACA JUGA :  Warga Ucapkan Selamat Atas Terpilihnya Abdillah Setiawan sebagai Kepala Desa Jalmak Pamekasan

Kami pun menanyakan ke bapak Saiful sudah sejak berapa lama mendirikan UMKM Tape ini “Usaha Tape ini sudah berjalan sejak 20 tahun yang lalu dan kami hanya memproses produksi untuk di desa kramat agung ini, kemudian melakukan pengiriman ke penjual setiap harinya sekitar 2 Kuintal dalam satu hari.” Ujar Bapak Saiful

Sampai sekarang mereka belum ada inovasi pengelolaan produk jadi yang bernilai jual untuk dari produksi tapenya, jadi kami melihat mereka kurang ada ide inovasi untuk mengelola produk yang dapat dijual di pasaran dari kramat agung dan belum bisa membranding produk tersebut.

BACA JUGA :  Bupati Gelar Safari ke Beberapa Instansi Pemerintah

Sehingga kami memiliki ide untuk bisa membantu dalam pengembangan dalam branding dan packaging produknya.

Dari hasil wawancara kami “Desa Kramat Agung terdapat 3 pemilik usaha kerajinan dari bamboo yang dibuat menjadi keranjang untuk petani mengangkut rumput atau arit dan untuk kurungan ayam.” Ujar Ibu Mufdalifa selaku Kader di Desa Kramat Agung

“Produksi kerajinan bamboo ini ketika ada yang memesan saja dari masyarakat sekitar desa atau luar desa kramat agung, serta masih kesusahan dalam proses pemasaran kerjainan bamboo tersebut.” Ujar Ibu Mufdalifa selaku Kader di Desa Kramat Agung.

Jika dilihat secara umum pemilik usaha harusnya memiliki Surat Izin Usaha secara resmi dari  pemerintahan. “Di Desa Kramat Agung sendiri masih belum memiliki Surat Izin Usaha, hanya saja memiliki Surat Izin Usaha dari Kecamatan saja.” Ujar Ibu Mufdalifa selaku Kader di Desa Kramat Agung.

BACA JUGA :  Kepala BNN RI Komjen Petrus Golose Sempatkan Latihan Menembak di Mako Brimob Pada Kunjungan Kerjanya ke Riau

Hal inilah yang menjadi PR untuk kami sebagai mahasiswa yang melaksanakan KKNT-MBKM di Kelurahan Kramat Agung untuk membantu mengembangkan UMKM dan mencari solusi atas permasalahan yang sedang dihadapi oleh kelurahan tersebut.

Bapak Arsum selaku PJ di Kelurahan Kramat Agung menyambut kedatangan Mahasiwa KKNT-MBKM UPN Veteran Jatim dengan sangat baik. Beliau memberikan dukungan dan dorongan penuh dengan harapan pembangunan UMKM serta pengembangan potensi SDA yang dimiliki Kelurahan Kramat Agung.

Dengan adanya kegiatan KKNT-MBKM yang merupakan program pengabdian masyarakat, diharapkan kami selaku sebagai mahasiswa dapat mengembangkan dan meningkatkan perekonomian di daerah Probolinggo.

 

Penulis: FildhaEditor: Taufikurrahman