News  

Demo KPK, Permas Jatim Desak Periksa Dana Hibah Jasmas Ratusan Milyar

Avatar

Surabaya- Sejumlah pemuda mengatasnamakan Perkumpulan Mahasiswa Jawa Timur (Permas Jatim) meminta KPK mengusut dana hibah Jaringan Aspirasi Masyarakat (Jasmas) yang diperoleh Pimpinan DPRD Jawa Timur beserta empat Wakil DPRD Jawa Timur dari Pemerintah Provinsi melalui Dinas PU Bina Marga Jatim.

Mereka melakukan aksi demonstrasi di Depan Gedung Merah Putih KPK RI, Kuningan, Jakarta Selatan pada Jumat, (04/03/2022).

Menurut koordinator aksi, Gozali Muhammad, dana hibah Jasmas ratusan milyar untuk pimpinan DPRD Jatim tidak wajar dan ada indikasi terjadi akan terjadinya penyelewengan.

“Ketua DPRD dan empat wakilnya menerima dana hibah ratusan milyar dari dinas PU Bina Marga Jatim, jumlah yang sangat fantastis dan perlu dikawal dan diusut, karena dana yang begitu besar tersebut tidak menutup kemungkinan untuk diselewengkan,” kata Gozali dalam keterangan rilisnya, Jumat (04/03/2022).

Gozali menduga keras telah terjadi kesepakatan jahat dibalik dana hibah tersebut, mengingat dana hibah yang seharusnya diperoleh hanya 10% dari anggaran PAD.

BACA JUGA :  Terindikasi Fiktif, Pamekasan-Sumenep Dalam Pantauan Polda Jatim Soal Kasus Dana Hibah

“Sangat tidak logis bahwa satu kepala (DPRD) bisa mendapat dana hibah hingga ratusan milyar, kami berspekulasi bahwa telah terjadi kesepakatan jahat antara Gubernur Jatim dengan Ketua DPRD Jatim beserta empat rekanannya,” tambahya.

Karena itu, Gozali meminta KPK menyelidiki dan periksa Kepala Dinas PU Bina Marga, Edy Tambeng Widjaja sebagai pemberi dana hibah Jasmas dan ketua DPRD Jatim beserta empat wakil lainnya yang juga sebagai penerima dana Jasmas tersebut.

“KPK tidak boleh tinggal diam, dana hibah rentan dikorupsi dan diselewengkan, bahkan sekalipun dana Jasmas ini dilaksanakan harus ada transparansi karena masyarakat sudah pintar menilai bahwa selama ini dana hibah sering diselewengkan bahkan banyak kegiatan fiktif,” ujarnya.

“Permas Jatim akan kawal terus hingga KPK bisa memastikan bahwa dana Jasmas ini tidak disalahgunakan bahkan harus diungkap adanya indikasi transaksi politik antara Pemprov Jawa Timur dengan Ketua DPRD Jawa Timur, Kusnandi, beserta rekanannya, khususnya dalam laporan pertanggung jawaban penggunaan anggaran dan APBD Jatim,” beber dia.

BACA JUGA :  Setelah Periksa Mantan Sekda Sidoarjo, KPK Akan Periksa Tiga Kades Terkait Dugaan Kasus Gratifikasi

Di tempat yang berbeda, Asfan, selaku Koordinator Permas Wilayah Jawa Timur saat dihubungi oleh tim Jatim Aktual mengungkapkan kekecewaannya kepada pemerintah Jawa timur yang dengan mudah dan enteng memberikan dana hibah ratusan milyar kepada ketua DPRD Jatim dan wakilnya.

“Selaku masyarakat Jawa timur, kami sangat kecewa kepada Pemprov. Jatim yang seakan tidak punya dosa dan enteng memberikan dana hibah hingga ratusan milyar kepada ketua DPRD dan wakil ketua DPRD Jatim, ini sangat memalukan mengingat kondisi ekonomi di Jawa timur yang hingga kini belum membaik, akan sangat lebih bermanfaat jika dana hibah tersebut dibuat untuk mengatasi kelangkaan dan mahalnya minyak goreng,” ucap Asfan.

Asfan yang merupakan kader SEMMI dan alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini menambahkan bahwa potensi untuk korupsi semakin besar.

“Potensi untuk melakukan korupsi dengan dana hibah ratusan milyar yang sama sekali tidak irasional tersebut bisa saja terjadi, dan peluangnya begitu besar, apalagi jika alasannya untuk pembangunan di dapil masing-masing penerima hibah, katakanlah di Sidoarjo. Disana setiap tahunnya mengalami SILPA, dan tahun ini pembangunan infrastruktur, terlebih soal jalan terkategori baik,” tambahnya.

BACA JUGA :  Lahirkan Pergub, Jabar Siap Topang Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah di Indonesia

Saat ditanya terkait langkah apa yang akan diperbuat Asfan sebagai Korwil Permas Jatim di Jawa timur, dengan nada tegas dia mengatakan akan melakukan demonstrasi di Gedung DPRD Jatim dan Kantor Gubernur Jawa Timur.

“Hari ini, teman-teman kami (Permas Jatim) melakukan aksi unjuk rasa di depan KPK dengan menyetor nama-nama penerima dana hibah Jasmas beserta jumlah nominal yang diterima, minggu depan di Jawa timur juga akan ada demo besar-besaran, kalau perlu kami akan bakar ban dan nginap di depan Kantor DPRD dan Gubernur Jatim hingga KPK terkutuk hatinya untuk turun dan memeriksa dana hibah tersebut,” tutup Asfan.