Bupati LIRA Sesalkan, 315 Orang Lulus Ujian P3K di Bondowoso Tak Segera Didaftarkan NIP

Avatar

BONDOWOSO – Ilham Wahyudi Ketua Aktivis FH PGRI Jawa Timur, menyebutkan sebanyak 315 orang yang telah dinyatakan lulus ujian Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) terancam nasibnya terkatung-Katung.

Sebab, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso masuk salah satu kabupaten yang belum mengajukan Nomor Induk Pegawai (NIP) kepada Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI.

“Saya lihat di situs pengajuan NIP masih nol persen untuk Kabupaten Bondowoso,” ungkap Ilham Wahyudi Ketua Aktivis FH PGRI Jawa Timur, Rabu (22/2/2022).

Lebih lanjut, Ilham menyatakan, 315 orang peserta yang telah lulus tes ujian PPPK ini kini masih tidak jelas statusnya, sebab belum mendapatkan NIP, akibat Pemkab Bondowoso lambat mengajukan.

Aktivis PGRI Jatim ini menemukan puluhan peserta di Bondowoso yang dinyatakan telah lulus, tapi tidak mendapatkan formasi alias tempatnya tidak ada.

BACA JUGA :  Gelar Bakti Sosial dan Bagi-Bagi Takjil di Seputaran Alun-Alun Banjarnegara

“Seharusnya Pemkab Bondowoso menambahkan formasinya, agar nasib mereka tertolong” imbuhnya.

Dia mengungkapkan, sebenarnya Pemerintah Bondowoso bisa menambahkan jumlah formasi dengan cara mengajukan ke pemerintah pusat, agar mereka tertolong.

” Kemarin kami sudah konsultasi ke pemerintah pusat, khususnya kepada kementerian pendidikan,” imbuhnya.

Dia juga mendorong agar Pemerintah Bondowoso melengkapi, serta mengajukan NIP nama-nama yang sudah lulus ASN PPPK seratus persen, agar status mereka mendapatkan kejelasan.

“SK itu dapat dikeluarkan setelah NIPnya mereka keluar, Keluarnya SK itu di daerah, setelah NIP itu keluar dan turun dari BKN,” imbuhnya.

Dia menuturkan, jika NIP itu tidak segera diajukan, maka tidak bisa diangkat menjadi ASN PPPK, sebab itu merupakan salah satu syarat wajib.

BACA JUGA :  Bupati Baddrut Tamam Turing ke Pantura Periksa Pengerjaan Jalan Akses Kecamatan Pegantenan Menuju Kecamatan Batumarmar

Sementara, di kabupaten lain seperti Sampang, Situbondo, Jember, Bangkalan, Banyuwangi sudah mengajukan, dan mereka mendekati seratus persen, bahkan sudah ada yang seratus persen sudah tuntas.

” Karena belum mengajukan NIP, maka Kabupaten Bondowoso akan lambat, sedangkan yang lain nanti sudah bisa keluar,” tutupnya.

Sementara, Ahroji,SH Bupati LIRA, menyesalkan Pemkab Bondowoso sangat lamban menangani dan mendaftarkan NIP nama-nama peserta yang sudah dinyatakan lulus tes.

“di kabupaten lain sudah ada yang 100 persen. Padahal ini kan ada anggarannya untuk kepanitiaan kemarin tes P3K ini. Terus apa saja kerjanya panitia ini,” imbuhnya.

Seharusnya, lanjut Ahroji, karena sudah memasuki tahun baru, pengajuan NIP ini sudah mendekati selesai, namun faktanya masih nol persen.

Apalagi kata Ahroji, DPRD kemarin sudah merelakan sebagian anggaranya untuk dipotong dalam mensukseskan pelaksanaan tes P3K di Bondowoso.

BACA JUGA :  Ridwan Kamil Lepas Ekspor Kopi Garut ke Belanda

“Seharusnya ini sudah bisa teratasi. Selain itu, seharusnya PGRI Bondowoso juga ikut mengontrol proses proses ini, jangan malah dibiarkan berjalan sendiri, wong itu P3K juga anggotanya,” tutup Ahroji.

Di lain pihak, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Bondowoso, Asnawi Sabil lewat sambungan telepon pada media, mengaku, bahwa pengajuan nota usul NIP PPPK sudah dilakukan melalui aplikasi SAPK untuk entri peserta PPPK.

Katanya, pengajuan tahap satu sudah dilakukan, untuk selanjutnya menunggu hasil informasi. Sein itu kendalanya ada beberapa staf BKD yang terpapar Covid-19.

” Prosesnya terus berjalan. Tentu saja mengikuti antrian, karena se Jatim ada puluhan ribu PPPK yang lolos. Selain itu prosesnya juga bersamaan dengan CPNS,” tutupnya.